Dara memang sosok yang layak dikagumi. Wajahnya ayu seperti lukisan bidadari di buku-buku dongeng. Perawakannya ideal cukup tinggi dengan keseimbangan busungan ‘massa’ depan dan belakang yang sempurna, sintal dan maaf..menggiurkan. Otaknya pun cemerlang, penuh imajinasi dan kreativitas, selalu bekerja seperti generator pembangkit listrik  seakan takut di hujat para pelanggan jika sampai berhenti berputar. Suaranya saat bicara seperti bisikan daun daun pinus dilembah code, lembut menenangkan damai namun penuh filosofi. Rambutnya selalu harum, legam sedikit bergelombang lebih kerap  digerai begitu saja. Fisiknya terlihat rapuh gemulai layaknya perempuan, tapi jangan sampai mengganggunya karena diantara kami pun tak akan berani sedikitpun mencelanya. Dia adalah seorang pendekar wanita yang kemampuan beladirinya sudah menyatu dengan darah dan jiwanya. Dia mungkin tidak sanggup untuk menaklukan 7 pria yang mengeroyoknya tapi dia tidak perlu memasang kuda-kuda atau gerakan-gerakan kembangan untuk menghempaskan dan menjungkir balikan 3 pria dewasa yang berani mengeroyoknya seperti yang pernah kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri.

Tambahan lagi, Dara adalah juga seorang ‘penyihir’ wanita…hahaha..jangan dulu membayangkan sosok nenek penyihir di cerita fiksinya JK Rowling. Dara mahir ilmu hipnotis. Jangan tatap matanya yang cemerlang seperti cahaya bintang timur itu, kalau tidak ingin rahasia pikiranmu terkuak olehnya sampai ke akar akarnya. Aku sendiri juga pernah beberapa kali menyaksikan kemampuan ajaibnya menghipnotis orang, sampai kubilang padanya kalau cuma Dadi Kobuset lewat kemana mana. Dan dia cuma nyengir tersenyum demi mendengar pujianku yang bernada ‘lebay‘ itu. Oh iya, meskipun dia ramah dan murah senyum, tapi tak ada yang pernah bosan dengan senyumnya. Buatku sendiri, senyumnya adalah senyuman terindah didunia. Senyumnya adalah konstruksi padu padan sempurna dari rangka bibir merah ranum dengan wajahnya yang ayu. Arghhhh Dara…Dara..Dara…Dia memang perempuan tanpa busana..eh maaf hehehe terlalu menghayati jadi malah ngelantur , maksudnya perempuan ruarrr biasa. Bahkan sering terlontar gurauanku kepadanya “ kamu itu sebenarnya penjelmaan bidadari, malaikat atau hantu cantik sih?..bul gobal gabul tunjukan wujud aslimu !“. Dan dia selalu tertawa anggun saat dengan tiba-tiba kukatakan mantra gobal gabul itu sembari ku sebul (=sembur) ubun-ubunnya. Ah Dara, tapi yang paling kukagumi dari dirinya adalah karena dia satu satunya perempuan tanpa air mata yang pernah kukenal.

Tidak seperti Dewi, Shinta, Dina, Desi, Jane, Ratih, atau Lala saat kutolak cintanya, alih alih menangis Dara malah tersenyum. Bahkan tidak pernah sekalipun pernah kulihat dia menangis atau mendengar cerita dari kawan-kawnya kalau dia pernah menagis. Bukankah menangis dan perempuan adalah kembar siam? perempuan menangis saat sedih, saat bahagia, saat kecewa, saat sendiri, saat lelah, saat lapar, saat bingung, saat terharu, begitu banyak saat yang bisa membuat perempuan menangis. Jangan kamu tanya kenapa, karena bahkan perempuan bisa menangis tanpa sebab. Tapi Dara tetaplah Dara, tidak pernah habis membuatku terkagum kagum. Beberapa waktu berselang, saat kutanyakan padanya kenapa tidak menangis, dengan tetap tersenyum dia malah menjawab ” ada rahasia dibalik rahasia mas...”. What?! apa maksudnya? tapi tidak terucap penasaranku itu, hanya kusimpan dalam hati. Karena pada detik berikutnya akupun lalu ikut tersenyum, membiarkan hanya aku, dara dan angin senja yang tahu cerita dibalik rahasia itu. Dan yang kutahu pasti, Dara sebenarnya sudah tahu jauh sebelum aku mengatakan tidak.

Aku bukanlah maniak yang puas saat melihat perempuan menangis hingga telah tega membuat tiga belas perempuan menangis saat kutolak cintanya.  Begitupun Dara, meskipun berjuluk perempuan pemakan hati karena telah tak terbilang membuat pria yang menyatakan cinta padanya akhirnya makan hati, dia bukan sengaja melakukannya. Kami, aku dan Dara hanya dua manusia yang telah sepakat memahami cinta dengan senyuman. Bahkan saat kami tidak bisa mepersembahkan ketulusan cinta itu ke atas altar ke’aku’an. Karena bagi kami, selalu ada rahasia dibalik rahasia.

(seperti biasa) Mungkin bersambung….

-Wong Ke Ren-

Dua ekor lumba-lumba bermain main, mendekat kearahku. Ahhh..tanpa terasa tengah malam tak lama lagi, tapi mataku belum lagi dihinggapi kantuk. Dari atas besi tua terapung tempatku berdiri, kupandangi kedua ikan lumba-lumba itu yang seakan tengah berlomba saling berkejaran. Ahha..! mungkin mereka tertarik dengan benderang putih lampu bahtera tua ini. Entah kemana kawan-kawan mereka, kemarin hari kulihat mereka beramai ramai bermain kemari. Mungkin karena,malam ini tanpa gemintang dan purnama pun masih nanti sepekan lagi.

Seminggu lalu, entah dari mana datangnya, bilik bilik kelabu di otakku seperti terasuki sebentuk energi astral. Belenggu imajiku terlepas bebas mengkreasi alam maya antah berantah. Sementara, ujung jemariku kemudian menggila, menari nari tanpa lelah diatas tuts-tuts keyboard seperti penari yang tengah “in trance” dalam ritual pemujaan. Jemariku mencoba melukis penglihatan mata imajiku kedalam warna rangkaian kata. Ketika imajinasiku semakin liar, aku tersadar ia telah jauh melintasi batas sinkronisasi memori otak dengan motorik tubuhku. Ya, Imajinasiku meninggalkanku yang mulai kehilangan arah. Bahkan saat alam sadarku berjibaku menelusuri kembali jejak imajiku, ia tak mampu. Sketsa jemariku terkurung oleh keterbatasan warna rangkaian kata, tak bisa sempurna melukis imajiku.

Selepas senja tadi, aku duduk di depan layar komputer di balik pintu besi, bergulat kembali memeras kepalaku untuk melukiskan imajiku tentang “kisah serial para pendekar bagian 4″. Di paragraf akhir lukisan, jemariku terhenti oleh kebuntuan. Aku beranjak ke haluan merehatkan jiwaku dengan menyapa malam yang ternyata telah datang. Kurentangkan tangan dan lalu kuhela nafas yang terdalam, berharap elemen kosmis sang malam terhirup bersama udara yang membanjir kedalam dadaku. Sejenak kupejamkan mata merasakan jantungku memompa oksigen segar ke kepalaku dan memecahken kebuntuan otakku. Saat itulah, tiba-tiba jiwaku dihempaskan ke sebuah ruang astral tak berdimensi. Di dalam ruang itu, kemudian aku dan diriku bergumul dalam ranah dialog argumentatif tak berujung tentang esensi mimpi yang melahirkan harapan akan cita-cita dan cinta.

Di akhir dialog itu yang tersisa adalah misteri. Hanya misteri yang akan mengantar manusia pada pengalaman terindah. Keingintahuan terus menerus tentang sebuah eksistensi yang tak tertembus oleh persepsi fikir kita akan membuat hidup bergairah. Setiap misteri membutuhkan mimpi untuk menyingkap tirainya. Saat Arai berkata kepada Ikal sembari menunjuk atlas tua dibilik bambu mereka, bahwa mereka harus menjaga cita-cita mereka menimba ilmu hingga ke Sorborne yang ribuan mil jauhnya, mereka tahu bahwa mereka tengah bermimpi. Butuh belasan tahun untuk menyingkap misteri mimpi tersebut hingga mengantar Andrea Hirata kepada tetralogi-nya. Karena itu aku pun harus menemukan mimpi dari perjalanan imajiku kali ini, agar tidak sekedar menjadi lukisan-lukisan usang esok hari. Biarlah akan kulukiskan lagi imajiku esok pagi setelah kurangkai mimpi-mimpiku.

Ahh kawan…jika ada yang kau inginkan dalan hidup ini maka mulailah memimpikannya. Biarkan mereka menyebutmu pemimpi. Jangan takut bermimpi. Tidak peduli berapa tinggi mimpimu, suatu saat nanti mungkin kau akan terjatuh. Biarkan mereka menertawaimu, yang kamu butuhkan hanya bangkit lagi dan mulai bermimpi lagi. Butuh satu langkah untuk memulai perjalanan ribuan kilometer. Yakinlah, bahwa “bermimpi” adalah langkah pertama yang akan mengantar ke pencapaian orgasme hidupmu.

-Wong Ke Ren-

[08Feb2011,Katulistiwa, 0d08m North,117d36mE, 0m Above Msl]

0  8  1  7  9  4  4  4  7  5  3

Jl. Kaliurang Km. 10,6. UII Km. 14

 

Seorang gadis yang membuatku gila

Seorang gadis yang aku puja

Berjalan dengan tersipu malu

Menuju ke arahku, meraih tanganku

Mengajakku pergi tanpa sepatah kata

Mimpi itu menjadi kenyataan

Bebaskan ikatanku

Jayalah cinta

 

 

‘sometimes in 2002′

[As writen in a digital diary of a friend]

North Sea,January 2015

Ketenangan, mungkin kata itu tak pernah dikenal laut Skandinavia ini. Hampir sepanjang tahun, deburan ombak dan gelombang yang menyerupai punggung naga raksasa tak pernah henti menghempas tonggak tonggak baja setinggi puluhan meter.Tambahan lagi saat musim dingin seperti ini, kabut dan hawa dingin 6 derajat celcius memaksa sistem mekanik tubuh untuk terus membakar lemak tak terpakai dibalik kulit agar tubuh tetap hangat. Gumpalan salju nampak seperti kapas yang terhanyut di lautan. Inilah laut bangsa Viking yang terkenal pemberani itu. Namun di bawah kedahsyatan permukaanya,ternyata tersimpan sumber daya fossil yang sangat besar. Itulah kenapa tonggak-tonggak baja penyangga platform atau anjungan lepas pantai terpancang disana sini. Dari atas platform lepas pantai inilah minyak dan gas alam yang ada di ribuan meter dibawah dasar laut, di eksplor dengan cara dibor menggunakan  Drilling Rig. Setelah itu hasilnya di ekspor menggunakan jaringan pipa-pipa bawah laut ke darat.

north sea wave

Namun sebaliknya, bagi Gunung kedahsyatan ombak, kemistisan kabut, dingin yang menggigit sepanjang waktu serta tekanan pekerjaan adalah obat tenang yang mujarab bagi jiwanya yang lama bergejolak. Gunung tengah termenung memandangi tarian gelombang di balik kabut tebal dari ruang kerjanya di Platform Troll A. Entah dari mana mulanya, tiba-tiba dia begitu ingin pulang. Hampir empat tahun sudah dia berada di sana, ribuan mil jauhnya dari negeri kelahirannya. Kini justru negeri yang sempat dibencinya begitu dirindukannya.

Gambaran peristiwa perjalanan panjang hidupnya seperti terputar ulang dalam lamunannya. Perseteruan sengit dengan ayahnya delapan tahun yang lalu tentang arti masa depan, membuatnya menjadi pengelana. Idealisme, dulu Gunung muda dengan bangga menyebutnya, meski kini justru ia mentertawakannya. Selepas menyelesaikan kuliah di jurusan geologi perguruan tinggi kenamaan berisinial UGM, Gunung memulai pengembaraanya dengan satu obsesi melarikan diri dari masa lalu. Entah berapa negara telah dia singgahi dari asia hingga timur tengah sebelum dia di mendapat panggilan dari perusahaan Statoil yang beroperasi di North Sea, sebagai senior geologist.

Dering nyaring interphone di meja kerja membuyarkan lamunan Gunung. Serta merta dia memencet tombol bergambar speaker di pesawat telephone itu.

” Hello, Gunung’s speaking”

” Hallo Mr volcano, Andy here..” Suara berat lawan bicara dengan aksen inggris yang kaku terdengar nyaring dari speakerphone dimeja Gunung. Andriej  Radzinki, Offshore installation Manager Troll A adalah atasan sekaligus mentor Gunung. Gambaran seorang lelaki bertubuh tinggi besar terlintas dibenak Gunung.  Andy berkewarganegaraan Polandia itu kenapa aksen inggrisnya terdengar kaku. Volcano, begitu nama panggilan gunung di Troll A. Lidah orang bule untuk susah mengucapkan kata “Gunung”, itu kenapa setelah tahu arti gunung dalam bahsa inggris adalah mountain atau volcano maka mereka mulai memanggil Gunung dengan panggilan Mr Volcano.

Cześć Mr Radzinki, jak się masz??”  (hallo Mr Radzinki, Apa kabar?= bahasa polski polandia)

” Dobsa (baik), your self?

” Never better sir”

” Hei Volcano, i’m gonna ask you for the last time, are you seriuos with your letter??” Tanya sang atasan. Ooo..rupanya mengenai surat yang di submit Gunung dua bulan lalu.

” Well, it’s been verymuch pleasure to work here, but i’m very serious this time, you know i’ve been thinking about for 2 years..” jawab Gunung.

” Damn..Volcano..we’re all gonna loose one of the best fighter here..”

” No worries Andy, Steve is ready for you..he’s been doing very well during handover..”

” do yo consider to be back again later?”

” Would be great, but better not to leave you any promise, since you know, tomorow is always mystery andy.. “

” hahah..another wise shit from the east..allright Vol,..if you change your mind, you’re welcomed here anytime..”

” aye aye sir..you’ll be the first to call, if i miss to be a Viking again..hahha..”

” ahha..you will..i’m sure you will..by the way i’ll see you later on the party..”

” aye aye sir..thanks, see you there..bye”

Dua bulan lalu Gunung mengajukan surat pengunduran diri. Pengunduran diri Gunung sedikit membuat kehebohan karena Gunung adalah salah satu motor operasi di Troll A. Troll A platform merupakan salah satu paltform terpenting bagi Satatoil. Troll A ini juga tercatat di Guiness Book of Records sebagai installasi offshore terbesar yang pernah di buat manusia. Terletak di Troll Gas Field, 50km dari daratan terdekat pulau Fedje Norwegia.  Sebelum menetap di troll A platform, gunung lebih sering dikirim jauh ke tengah laut ke Deep sea drilling Rig di Ormane Lange Field sebagai supervisor pengganti. Namun setelah setahun, karir Gunung dengan cepat menanjak karena berhasil merintis dan membangun sistem kerja baru yang lebih efisien. Tiga tahun lalu, sebagai freelancer geologist sebenarnya diluar kewenangan Gunung untuk campur tangan mengatur sistem kerja di Troll A. Namun Gunung yang tengah nyambi kuliah paruh waktu S2 jurusan Manajemen Industri Migas di NTNU (Norwegian University of Science and Technology), memberanikan diri mengajukan proposal riset tentang manajemen sdm untuk thesis S2 nya. Atas dukungan Andriej Radzinki OIM Troll A yang visioner, yang menilai proposal Gunung masuk akal dan layak dicoba, akhirnya proposal Gunung di setujui dan diterapkan di Troll A. Dan sejak itu pula Gunung begitu menjadi dekat dengan Andy yang kini atasannya itu.

Hanya dalam dua bulan efisiensi kerja dan produksi Troll A meningkat secara signifikan dengan mengikuti sistem kerja usulan Gunung. Atas keberhasilan ini, Andriej Radzinki meminang Gunung untuk menduduki posisi tetap di Troll A.  Metode manajemen kerja ala Gunung kemudian menjadi acuan bagi Platform dan Rig-Rig milik Statoils. Gunung menjadi sibuk kesana kemari dari platform ke platform dari RIg ke Rig,melakukan inhouse training tentang metodenya. Karena itu juga meskipun hanya pekerja freelance, Gunung mendapatkan fasilitas dan benefit yagn berlebih. Di Troll A Gunung dianggap sebagai salah satu pahlawan dan selalu dilibatkan dalam rapat-rapat penting. Pengunduran diri Gunung yang tiba-tiba tentu saja mengejutkan pihak perusahaan. Perusahaan segera mencari pengganti dan menahan Gunung selama 2-3 bulan untuk handover dan transfer ilmu kepada Steven, pengganti Gunung.

Pukul 11:30 pagi, Gunung merasakan perutnya keroncongan. Saatnya pergi ke Mess room, pikirnya. Namun dia putuskan untuk  mengecek  email dulu. Ada puluhan email baru masuk di inbok nya, semuanya urusan laporan harian dan planing kerja, membosankan..gerutu Gunung. Eit.. tunggu,ada satu email aneh nyelip diantara email berekstensi Statoil. Lalu dibuka dan dibacanya email tersebut.

Halo Mas brur,

iki aku Bintang. piye kabarmu ? aku nemu imelmu ra sengaja pas maca thesismu ning Rig Zone. muga2 tekan imelku iki. Wah melu seneng aku jebul jenengmu lumayan gendera ning kana. aniwei busway, kapan mulih ki?..saiki kanca kanca kerep ngumpul, akeh sing nakokne awakmu. Kabeh ra ana sing reti kabarmu isih urip apa ora..ehehhe gojek mas dab..

Pasukan bodrex isih lengkap, Karang saiki dadi kontraktor ning jakarta, Sing lucu malah Laut..dekne kerja ning observatobrium boscha, kewalik to karo awakmu to?..Elang dadi pejabat depkeu  bagian bea cukai, Awan sakbare lulus S2 ning oz malah keterusan bisnis ekpor impor handy craft, Kabut malah dadi pak kades anake wes telu saiki, ra percaya to kowe…? Rose sukses dadi penyanyi pro, albume lumayan meledak. Bulan dadi ibu rumah tangga sukses, soale entuk anak konglomerat, sesuai cita citane sing rada matre. sing paling hebat si Lembah, buka usaha resto sukses..cabange ana lima saiki..bojone loro ning akur2 aee..top markotop tenan cah iku..wah wess pokokmen nek bali ngabari aee..gampang nek ngumpulke cah cah ki…

Ning sing luwih lucu dan mengezutkan..aku ki wes 3 taun ning oslo neruske s3  eh lah ra reti nek kowe ming tengah laut kono…wakkakak…nek reti , rak wes mbalik glundang glundung maneh to awake dewe…iki lagi prei po ora? nek prei ayo ketemu…

salam,

kancamu sing paling ganteng

Bintang

Ps. Piye kabare Jasmine??

Damn, Jasmine..nama itu lagi. Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk tidak bisa lari dari nama itu, pikir Gunung. Meskipun sudah sewindu lebih sejak peristiwa senja itu, kenyataanya Mis J, panggilan Jasmine, masih melekat lekat di lubuk hati Gunung. Jasmine bukan satu satunya wanita dalam hidup Gunung. Namun kisahnya bersama Mis J lah yang mengubah cara pandang Gunung bukan saja terhadap kehidupan asmara namun kehidupan Gunung secara keseluruhan. Hanya Gunung yang tahu bahwa efek perpisahan dengan Mis J inilah, yang memicu drama drama hidup Gunung berikutnya, termasuk perseteruan dengan Ayahnya.

Jogja, Desember 2006

” Mas, maaf, aku gag bisa lagi….”

“..tapi Jey, kenapa?”

” Percayalah mas, ini yang terbaik buat semua..”

Sejenak Gunung menatap wajah itu. Ada keteguhan dalam kata kata gadis ini, pikir Gunung. Gunung tak pernah benar-benar paham alasan yang sebenarnya, tapi cukup mengerti untuk tidak meneruskan percakapan itu. Hati Gunung pun mulai mengeras menahan tusukan tusukan jarum yang tiba tiba terasa menusuk nusuk tanpa ampun. Dan Gunung terus menatap wajah Jasmine berusaha melukis setiap mili lekuknya dalam hati, karena dia sudah memutuskan tak ingin lagi dia menjumpai gadis itu.

” Aku gag tau Jey..aku gag tau..and perhaps i never will…tapi aku tidak ingin memaksamu untuk jujur membuka semua..terima kasih Jey semoga setelah ini  kamu selalu bahagia ” kata Gunung kemudian memecah keheningan. Biarlah misteri tetap menjadi misteri, pikir Gunung.

” …mas…!” mungkin banyak kata yang ingin di ucapkan bibir mungil Jasmine tapi yang terdengar hanya isakan yang semakin keras. Mereka berdua sama-sama tahu bahwa mereka terikat dengan perasaan cinta yang sangat mendalam. Namun kini mereka harus menerima bahwa kenyataan tidak selalu berakhir seperti yang diharapkan. 

” Maafkan aku juga ya Jey..untuk semuanya” lanjut Gunung mengakhiri percakapan sore itu.

Jasmine terus terisak tak mampu lagi berkata-kata, sementara Gunung segera beranjak dan ingin pergi secepatnya dari situ. Saat Gunung melangkahkan kaki dari halaman rumah kos Jasmine, terasa ada kehampaan. Kemarin, Jasmin adalah mimpi tentang harapan, cita-cita dan cinta yang begitu indah dan cerah penuh warna pastel.  Baru saja mimpi-mimpi itu direnggut oleh kenyataan yang bahkan tidak mau jujur membuka misterinya. Tapi Gunung laksana gunung, kokoh mesti diterpa hujan badai. Tidak akan aku runtuhkan hidupku gara gara semua ini, tekad Gunung dalam hati. Bagi Gunung, kini Jasmine adalah bunga liar yang mungkin akan tetap anggun dan menawan jika dia tak memetiknya. Biarlah sang bunga bebas tumbuh dan menari mengikuti arah angin berhembus.

North Sea,January 2015

Bintang adalah salah satu teman terbaiknya. Dia yang paling dekat dengan Gunung diantara Pasukan Bodrex, sebutan untuk geng paling urakan di kampusnya dulu. Bintang memendam cinta kepada Rose, tapi peraturan pasukan bodrex tidak memperbolehkan incest sesama anggota. Dan Bintang adalah seorang gentelmen sejati, bukan tipe lelaki yang menempatkan asmara diatas persahabatan, paling tidak begitu menurut pengakuanya. Gunung tersenyum sendiri mengingat peristiwa peristiwa heboh semasa kuliah bersama pasukan Bodrex. Dalam geng bodrex, Kabut yang dipanggil “Kabui” karena dia orang padang, diakui secara aklamasi sebagai pemimpin, Bintang adalah mastermind sekaligus panglima perang karena dia yang paling licik, pintar, banyak akal sekaligus jago beladiri. Sedangkan Gunung adalah penasehat dan motivator, karena ngomongnya seperti orang tua, bijak dan penuh perhitungan. Kabut, Bintang dan Gunung seperti Triumverat Romawi Caesar, Pompei dan Crassus, mengendalikan geng Bodrex. Begitu senang rasanya Gunung demi mendapatkan email dari kawan lamanya itu. Segera dibalasnya email dari Bintang.

woyoo..

kowe to bin, aku apik ae. wollah..jebul kowe ning kono..ok mengko nek aku mudun tak ampiri..kog pas banget yo..aku lagi wae ngajukne resign mungkin sasi ngarep aku mulih nek wes beres kabeh. ok lah mengko kontek kontek maneh. disambung nek ketem. seneng krungu kanca2 do sukses..

Salam

Gunung

* Justru aku arep takon kowe bab Ms J..heheh…masa lalu bin masa lalu rasah dibahas….! piye isih ngoyak Rose gag?

Frankfurt International Airport, Februari 2015

Sejak tiga tahun lalu, Gunung mengirimkan uang hasil kerjanya kepada orang tua dan keluarganya melalui seorang teman. Sebagian uang tersebut di salurkan untuk sumbangan amal kepanti panti sosial. Sebagian lagi dipercayakan kepada temannya itu untuk diinvestasikan. Dulu awalnya, Gunung tidak tahu untuk apa uang hasil jerih payahnya itu dan hanya menumpuk direkening salah satu bank di Oslo. Hingga di suatu seminar internasional di oslo, saat itu Gunung hadir untuk mempresentasiakn thesisnya, dia berkenalan dengan salah satu peserta yang berasal dari indonesia. Teman barunya itu rupanya tengah menempuh S3 di Norwegian school of Management yang juga hadir untuk memperesentasiakan penelitianya di seminar itu. Karena merasa senasib sebagai perantau dari negeri yang sama, mereka pun cepat akrab. Dari situ Gunung menemukan cara untuk mengirimkan uang hasil kerjanya melalui temannya itu.  Pertemanan mereka berlanjut bahkan sampai teman barunya itu menyelesaikan studinya 1 tahun yang lalu. Dari teman barunya itulah Gunung mendapat update berita tentang kondisi di indonesia juga kondisi keluarganya.

Gunung sedang duduk sendiri menikmati sepotong burger di food court terminal 1 bandara Frankfurt. 15 jam lagi dia akan mendarat di negeri kelahiran yang sempat dilupakannya. Dia sudah lama merencanakan kepulangannya kali ini. Gunung telah memutuskan untuk memulai kehidupannya lagi dari awal. Kehidupan yang pernah sengaja dihilangkan dari mimpinya. Terbayang oleh Gunung, saat nanti tiba di bandara Soeta temannya sudah menanti menjemputnya seperti yang dijanjikannya dalam emailnya kemaren sore. Ahh..bayangan itu membuat Gunung semakin gelisah saja. Gunung ingin lekas terbang…

Gunung ingin segera bertemu Edelweis….

===========&e&n&d&============

[Hanya sebuah cerita cinta biasa..] -As writen in a friend memoar-

04Feb2001 – 01d14m6s S; 116d46m31sE, 0M above msl


Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.